Sesungguhnya konsep yang ada dalam Islam adalah Konsep yang Menyeluruh bagi kehidupan. Konsep yang mampu membawa kebahagiaan, ketenangan, dan keridhaan bagi manusia. Konsep yang mampu mengarahkan manusia menuju jalan yang terbaik, jalan pengaktualisasian diri hingga mengantarkannya menjadi manusia yang sempurna.
Konseling dalam Islam adalah salah satu dari berbagai tugas manusia dalam membina dan membentuk manusia yang ideal. Bahkan, bisa dikatakan bahwa konseling merupakan amanat yang diberikan Allah kepada semua Rasul dan Nabi-Nya. Dengan adanya amanat konseling inilah, maka mereka menjadi demikian berharga dan bermanfaat bagi manusia, baik dalam urusan agama, dunia, pemenuhan kebutuhan, pemecahan masalah, dan banyak lagi lainnya. Konseling pun akhirnya menjadi suatu kewajiban bagi setiap Individu muslim, Khususnya para alim ulama.
Sesungguhnya cakupan pemikiran Islam sangat luas dan banyak bersinggungan dengan pemikiran yang berorientasi pada konseling. Irsyaad (Konseling) secara etimologi adalah member arahan dan petunjuk bagi orang yang tersesat, baik arahan tersebut berupa pemikiran, orientasi kejiwaan, maupun etika dan penerapannya yang sesuai dan lebih baik dari sebelumnya. Tujuan konseling adalah mengarahkan, memebrikan kesadaran penuh, memperbaiki dan memberikan bantuan, pertolongan dalam mengubah satu perilaku tertentu menuju perilaku yang lebih baik.
Berikut ini adalah gambaran konseling dalam pemikiran Islam.
1. Dalam lingkup konseling pendidikan akademis, kita telah mengenal konsep mengarahkan peserta didik pada pembelajaran sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minat yang dimiliki. Ibnu Hizm Andalusi telah meletakkan dasar-dasar konseling pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa kemampuan seorang anak untuk dapat menagkap pelajaran di mulai sejak berumur
2. Dalam lingkup konseling pekerjaan, hal ini bias dilihat dari bagaimana Islam menyadari perbedaan IQ tiap individu. Oleh karena itu timbullah konsep konseling yang mengarahkan individu pada tugasnya masing-masing.
Ibnu Sina berpendapat: “Seorang trainer, apabila ingin mengarahkan seseorang kepada suatu tugas, hendaknya melihat dahulu kepada tabiat individu tersebut, mengukur kemampuannya dengan orang yang sederajat serta mengetesnya. Setelah itu, barulah ia dapat memberikan tugasnya.”
3. Lingkup konseling agama dan perilaku, Islam meyakini bahwa setiap anak yang dilahirkan dapat dibentuk menjadi anak yang baik ataupun anak yang jahat. Pembentuk utamanya adalah lingkungan dimana ia tinggal. Ini menunjukkan bahwa perilaku seseorang bisa dibentuk dan juga bisa berubah. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah: “Semua anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orangnyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun majusi.”
4. Dalam lingkup konseling keluarga dan perkawinan, Islam telah menetapkan undang-undang dan kaidah dasar yang mengatur kehidupan perkawinan. Islam telah meletakan dasar-dasar pencegahan atas segala kemungkinan buruk yang umumnya terjadi dalam suatu keluarga dan juga terapinya bila hal tersebut terjadi. Islam telah meletakan kewajiban dan tanggung jawab masing-masing anggota keluarga, serta konsep terapi di saat masalah keluarga timbul. Hal ini seperti dijelaskan dalam
Demikianlah sekilas gambaran konseling dalam pemikiran Islam, hal ini tentu saja dapat membuka wawasan pemikiran baru karena selama ini, kita beranggapan bahwa teori-teori konseling hanya datang dari Barat saja. Ternyata Islam sesungguhnya telah menyediakan berbagai kebutuhan pendidikan melalui, Al-Qur’an, Hadits, dan pemikiran para cendekiawan dan ulama Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar